Blogger templates

Pages

Monday, October 21, 2013

Cahaya-cahaya di Atas Kepala Ibu


Di luar kegelapan mulai menggel
ayut. Matahari memar di kaki langit menyisakan luka bakar di cakrawala. Gelap bagai kerumunan kelelawar yang begitu garang menghisap sisa darah yang basah pada langit. Cahaya bulan pucat pasi mengerjap-ngerjap di antara dedaunan yang gelisah tertiup angin. Bayangan pepohonan tafakur.
Lalu, di antara pepohonan, suara-suara burung hantu resah. Dan di kejauhan rintihan terdengar menyayat dari mulut orang-orang. Ketika cahaya bulan tertimbun gerimbunan awan  hitam yang  saling bertaut. Ketika cahaya bulan yang melekat di dedaunan perlahan tersesap gelap. Ketika gelisah mengecambah dan malapetaka meretas kedamaian. Sebuah kerinduan bagai gemuruh ombak menerkam di dada.
Jerit ribuan kelelawar yang menjuntai di atas kuburan tua, menyisakan pilu. Di atas kuburan tua,  langit bercerita tentang masa silam.  Suara angin mendesir menyusup memecah di antara jerit suara-suara jangkrik. Lalu diam. Sunyi menjalar.
Burung-burung  tak lagi merentas di kaki langit. Masa lalu menjadi sebuah cerita yang memilukan. Rengsa seolah menjelma keabadian. Cahaya-cahaya berpendar, lalu lenyap meninggalkan gelap. Sisa-sisa kesunyian dan udara dingin meremangkan bulu roma. Angin sesekali berkesiur. Lalu malam menjelma ngarai. Sunyi  menebah resah.

***

Begitulah, setelah kesunyian yang menggelisahkan itu berlalu, cahaya-cahaya berpendar dan melayang di angkasa. Kadang pula menyisakan erang. Perih menyayat. Langit benderang dan angin berdesir lembut. Suara lolongan anjing, kabarkan berita ketiadaan  fana; kematian yang meretas mimpi.
Lamat-lamat suara tahlilan masih terdengar lembut tertiup angin malam yang dingin. Kulihat ibu terisak. Matanya sembab oleh air mata. Dari  bibirnya suara lirih lenguh menyebut namaku. Di depannya jasadku terbujur kaku.
“Lihatlah, ibumu begitu bersedih. Ia benar-benar kehilangan.”
Cahaya yang sejak pertama menemaniku memelukku.
“Ibumu sangat menyayagimu.”
Beberapa tetangga nampak berusaha untuk menenangkan ibu. Desis suara rintihan ibu masih terdengar.  Pilu…. Begitu menyayat. Kudekati tubuh ibu yang masih terisak-isak. Udara yang bertiup membuat tubuhnya menggigil. Aku berusaha mendekapnya.  Kuusap wajah ibu yang mulai berkerut.
“Bu, aku di sini. Di dekatmu. Aku akan menemani ibu.” 
Kucium dahinya. Lembut….
“Ibu, aku di dekatmu.”
Ibu mendadak tersentak. Sejenak ia terdiam. “Aku mencium bau anakku. Ya. Aku mencium baunya. Ia pasti masih ada di dekatku.”
Para tetangga seketika terperanjak. Mereka saling berbisik. Beberapa di antaranya mendekati ibu dan berusaha menenangkannya.
“Anakmu pasti sedang berbahagia.”
Namun ibuku nampak gelisah. Meski tak ada resah.
“Betul ibu, aku sangat berbahagia di sini. Aku seakan bangun dari tidur panjang. Tubuhku seakan terlepas dari penjara dan melayang di angkasa.” Kubelai rambutnya yang telah banyak memutih.
“Tapi aku mencium bau anakku,” jeritnya lalu kembali menangis. Perempuan-perempuan yang berada di sampingnya pun akhirnya juga ikut menangis.
Mereka menganggap ibu sedang menghayal. Aku berusaha menenangkan ibu. Tapi ia tak menyadari kedatanganku. Air matanya masih saja mengalir membasahi pipinya. Sesekali ia menyeka dengan sapu tangan yang disulamnya sebagai hadiah ulang tahunku. Di situ namaku tergurat indah dengan warna biru kesukaanku. Dan di bawah namaku, tertulis dengan benang keemasan, hari, tanggal, bulan dan tahun kelahiranku. Bahkan jam, dan menit tak lupa ibu sulamkan.
Sebuah masa silam yang terukir indah dalam genggamanya. Bibirnya terus memempel di guratan namaku. Aku merasakannya. Sentuhan kasih sayang seorang ibu. Hari-hari di masa purba telah kulewatkan bersamanya. Ada selarit jerit kerinduan yang membuncah di dadanya. Suaranya lirih tak henti-henti menyebut namaku.
Kembali aku mengusap wajahnya. “Ibu bersabarlah. Ini aku, Amin, anakmu. Aku sedang mengusap wajahmu, menyeka bening air matamu dan membelai rambutmu yang masih tergerai panjang.”
Ibu malah semakin menangis. Suaranya kian menggema. “Aku mencium bau anakku. Ia berada di dekatku. Aku benar-benar mencium baunya.”
Aku melayang dan berputar di atas kepala ibu. Lalu cahaya yang menemaniku juga turut berputar mengikuti gerak hatiku.
“Ibu ini aku. Aku di atas kepalamu.... Aku bersama malaikat. Lihatlah cahaya-cahaya di atas kepalamu.”
Aku kembali menciun keningnya. Tenang. Kerinduanku bagai gemuruh badai yang tiba-tiba saja hening tatkala berumah di bening mata ibu.
“Anakku…. Aku mencium baunya. Ia berada di dekatku,” jeritnya dengan air mata yang kian mengalir membasahi pipinya. Disekanya sesekali, lalu kembali menangis.
Perempuan-perempuan yang berada di sampingnya kembali menenangkan ibu. Mereka membawa ibu ke dalam kamar.
“Berbaringlah dulu. Tenangkan perasaanmu.”
Tubuh ibu masih terguncang-guncang oleh tangisnya yang semakin keras.  Kulihat tubuhku masih terbujur kaku terbungkus kain kafan. Seorang lelaki tua, bersila di samping tubuhku. Lalu mulutnya komat-kamit membacakan doa. Suasana hening. Hanya suara isak yang tertahan terdengar sesekali dari ruang bilik ibu.
Setelah semuanya selesai, beberapa orang mengangkat tubuhku dan memindahkannya ke dalam keranda. Lantunan ayat-ayat al-Quran mengiringi. Setelah menyelesaikan semua prosesi, mereka lantas mengangkat keranda dan membawanya ke tempat pemakanan yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalku.
Gundakan tanah pekuburan yang digali nampak masih merah basah. Cahaya bulan pucat terpantul dipermukaannya. Suara jangkrik melengking di tengah kesunyian kuburan tua. Orang-orang bergerombol mengerubungi liang tempat tubuhku akan dibenamkan. Beberapa lelaki turun dan meletakkan tubuhku. Kulihat saudara ibu dan anaknya meletakkan tubuhku. Lantunan doa-doa mengiringi….
Perlahan-lahan tanah merah yang masih basah itu diuruk. Kulihat ibu jongkok di samping gundukan tanah yang panjangnya tak lebih dari setengah meter dan memegang nisanku. Ia masih menangis. Matanya merah dan bengkak.
Lalu sepi…. Orang-orang yang mengantar jasadku, satu persatu meninggalkan kuburan tua yang gelap dan mencekam. Derap langkah kaki-kaki mereka masih terdengar meninggalkan jejak-jejak di tanah yang masih basah. Rinai memang baru saja berlalu. Udara dingin menggigilkan dedaunan yang memantulkan cahaya bulan. Angin berkesiur lembut.
Kuburan tua kembali lengang. Mencekam. Cahaya-cahaya berpendar menuju langit. Ada jeritan yang sesekali menggema meninggalkan kepedihan. Di atas langit, gerimbunan awan bertengger memeluk bulan. Aku melesat menembus kegelapan meninggalkan tubuhku.

***

Di kamar masih terdengar suara ibu yang terisak. Matanya nampak sembab. Di dadanya menempel fotoku yang didekapnya erat-erat.
“Ibumu benar-benar merasa kehilangan.”
Pandanganku masih melekat di wajahnya. Kesedihan menggelayut jelas di raut wajahnya yang telah ditumbuhi garis-garis ketuaan yang kian tegas. Namaku masih menebar dari kedua bibirnya yang bergetar. Lirih... Kepiluan mengendap bersamanya.
Aku ingin kembali menenangkannya. Kudekati tubuhnya yang kian letih. Suara desis lembut terus menebarkan namaku. Lenguh…. Ada getaran kerinduan yang retas menyayat.
“Ibu, ini aku anakmu. Lihatlah cahaya-cahaya di atas kepalamu. Itu aku ibu, anakmu. Aku ingin kau merasakan sentuhanku.” Kugerai rambutnya yang nampak acak-acakan dan membelainya dengan lembut. Ia hanya merasa kedinginan. Seperti ada angin yang menerpa rambutnya. Ia masih tak merasakan kehadiranku. Lalu keningnya kukecup.
“Ibu aku di sini. Aku di atas kepalamu. Lihatlah cahaya-cahaya itu.” Ibu malah melangkah ke arah jendela dan menutupnya. Tubuhnya lunglai dan langkahnya gontai kembali menuju pembaringan. Aku hanya menatapnya. Kerinduan akan belaiannya, kian membuatku gundah.
“Bersabarlah. Ibumu tak akan dapat merasakan kehadiranmu.”
“Aku tak ingin ibu seperti itu. Aku tak ingin ibu menderita karena kepergianku. Sungguh, aku begitu menyayanginya.”
“Tunggulah sampai ia tertidur. Lalu ajaklah ia berbincang dan berikan ketenangan kepadanya.”
Angin malam yang menerobos melalui celah-celah jendela kamar, menyisakan desir dan dingin yang meregangkan pori-pori. Malam bertambah kelam. Cahaya bulan seolah terhisap gerimbunan awan.
Ibu kembali merebahkan tubuhnya. Diraihnya fotoku dan didekapnya begitu lembut. Suara isak masih terdengar lirih dari bibirnya.  Malam dilaluinya dengan terus memeluk fotoku. Sesekali diciuminya dengan penuh kasih sayang. Hingga menjelang subuh, ibu baru tertidur. Foto di dadanya masih melekat. Begitu erat.
“Sekarang panggillah ibumu! Peganglah tangannya! Jangan lepaskan!”
“Ibu, kemarilah. Ini aku, anakmu.”
Ketika ibu melihatku, ia tersentak dan buru-buru kembali bersembunyi. Ia terbangun, nafasnya memburu.
“Aku bertemu anakku. Ya… Amin datang menemuiku,” ucapnya lirih. Nafasnya tersengal.
“Iya, ibu. Aku memang ingin menemuimu. Aku ingin engkau tahu bahwa aku di sini bagitu bahagia.”
Ibuku tak juga mendengar ucapanku. Namun, beberapa saat kemudian, ia kembali tertidur.
Lalu….
“Ibu kemarilah. Ini aku, Amin, anakmu.” Aku kembali memanggilnya. Kutarik tangan ibu dengan lembut. Perlahan, ia pun keluar dari persembunyiannya.
Seperti orang kebingungan, pandangan  ibu mengembara, “Anakku. Mengapa engkau berada di sini?”
“Aku ingin menemani ibu.”
“Kau nampak gagah sekali. Tubuhmu sangat bersih dan wajahmu bercahaya. Kau pasti sangat berbahagia.”  Ibu mendekapku erat-erat, tapi  terasa begitu lembut.
“Aku baik-baik saja. Aku masih hidup. Aku hanya tertidur ibu. Dunia ternyata hanya mimpi dan mati hanyalah jalan menuju kehidupan yang abadi. Lihatlah, bukankah aku masih hidup?”
Kulihat wajah ibu nampak berseri. Kebahagiaan terlukis indah di wajahnya. “Jadi kau masih hidup anakku?”
“Iya, ibu. Aku bahkan semakin sehat. Aku sangat berbahagia di sini. Ayah dan adikku juga bersamaku. Mereka sedang berkumpul di atas sana.”
“Di mana mereka, aku ingin bertemu?” Matanya mengekori arah telunjukku. Yang dilihatnya hanya cahaya.
“Tidak ibu. Ibu tak dapat menemui mereka. Tapi ayah dan adikku dalam keadaan baik. Mereka sangat berbahagia. Sama seperti aku. Itu semua berkat doamu.”
“Anakku, sekarang ibu tinggal sendiri. Ibu merasa kesepian.” Wajah ibu tertunduk. Lesu. Kembali ia menatapku. Dirabahnya wajahku, lalu mengusapnya perlahan penuh kasih sayang.
“Tidak ibu. Aku akan tetap bersama ibu. Aku selalu menemani ibu. Lihatlah nanti cahaya-cahaya di atas kepala ibu. Itu aku, anakmu. Aku selalu berada di dekatmu.”
“Siapa dia?”
“Dia malaikat yang menemaniku.”
“Cepat lepaskan tangan ibumu! Biar ia dapat merasakan kehadiranmu.”
Segera kulepas tangannya. Kulihat ibu, terbangun. Matanya mengerjap—ngerjap, lalu  menatap ke seluruh pojok kamar. Fotoku masih dalam dekapannya. Semakin  erat tangannya melekatkan fotoku di dadanya.
“Anakku masih hidup. Anakku masih hidup.” Ibu lalu menghambur berlari ke luar kamar. Dan fotoku diletakkan di ubun-ubun kepalanya.
“Anakku masih hidup. Anakku masih hidup.” Ia terus berlari menerobos kebisingan suara-suara.
Rambutnya yang terurai acak-acakan terhempas angin pagi. Ia terus saja berlari. Mengabarkan kebahagiaan yang ia rasakan. Kegelisahan tak lagi mengecambah. Malapetaka  tak lagi meretas  kerinduan. Dan rengsa pun tak lagi menjelma keabadian.
Ibu semakin berlari mengejar burung-burung yang merentas di kaki langit.  Lalu menghempaskan kesiur angin yang meninggalkan selarit jerit. Di atas kepalanya, cahaya-cahaya memendar ke langit.
“Anakku masih hidup. Anakku masih hidup.”
Wajah ibu lebuk oleh debu. Langkahnya terus terayun melintas dan menelikung di antara daun-daun yang berjatuhan. Suaranya menggema di ceruk-ceruk lembah.  Lalu menebah resah di cakrawala. Di mulut orang-orang, suara itu menyisakan kesedihan. Namun, ibu terus berlari. Ia terus tertawa. Ada kedamaian yang menggenang.
“Anakku masih hidup. Anakku masih hidup.”  Di atas kepalanya cahaya-cahaya begitu menyilaukan. Aku terus membelai rambutnya yang tergerai angin.
Langkahnya semakin cepat meninggalkan desir kepedihan yang meretas bahagia. Kepedihan bukan lagi keabadian yang mengejawantah. Bajunya yang menjuntai, bergesekan menyusuri tanah menghempaskan debu. Jeritnya terus menggema.
“Anakku masih hidup. Anakku masih hidup. Lihatlah cahaya-cahaya di atas kepalaku…!!! Lihatlah cahaya-cahaya di atas kepalaku…!!!”
Ibu terus berlari mengejar keabadian. Hidupnya hanya untuk keabadian. Ia begitu mencintai keabadian. Sungguh… sebuah kemurnian cinta telah membuatnya lupa akan dunianya. Ia terus berlari. Dan cahaya-cahaya di atas kepalanya adalah garis-garis penegas kerinduan.
Lalu, hening. Angin seketika mati. Daun-daun yang jatuh berhenti laksana manik-manik yang menjuntai dari langit. Langit  kembali bercerita tentang masa silam. Suara lenguh burung-burung hantu tak lagi terdengar. Lolongan anjing yang menyayat menggiring sisa-sisa kepedihan. Di sebuah kuburan, gundukan tanah masih merah basah dengan tiang-tiang nisan yang dingin
download cinta untuk mama 

SAHABAT

cahtehnik.blogspot.com
sahabat
Teman sanggup merampas orang yang kau cintai
Tapi sahabat akan menjadi mata-mata menjaga orang yang kau cintai

Teman akan memberi mu senyuman
Tapi sahabat memberi mu kebahagiaan
Teman akan memberi mu setangkai mawar
Tapi sahabat memberi mu setangkai melati.

Jadikan kenangan manis sebagai teman bagimu... dan... Lepaskan kenangan pahit yang menyelubungimu... Sakit karena cinta memang sulit tuk diobati... Tapi jangan karna sakit itu... Kita melupakan cinta yang lain... Cinta yang lebih tulus... yang kan menemani hari - harimu... Dengan langkah yang baru...

Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau subur dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendiamanmu. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.

“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”

“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”

Love isn't a shop where everybody can enter to it for some shopping
Cinta itu bukanlah sebuah toko dimana setiap orang dapat masuk untuk membelinya

Sahabat tak obahnya atmosfher
Yang melindungi semua makhluk di bumi
Dengan meredam sebuah energi besar
Menjadi sumber dari segala kehidupan

Sesuatu yg sulit ketika kamu harus tersenyum, hanya karena kamu tak ingin menjelaskan pada orang lain mengapa kamu bersedih.

Kita tdk bs membuat orang lain bertumbuh dewasa, krn 'menjadi dewasa' adl pilihan, bkn paksaan.
Jangan menilai seseorang hanya dari apa yg dia lakukan, karena kamu juga harus tahu alasan mengapa dia melakukan.

Terkadang, Tuhan memberikan cobaan yg berat kepadamu, karena Dia percaya pada kemampuanmu melebihi kamu percaya dirimu sendiri.

Mereka yg kaya bukanlah mereka yg mampu membeli segalanya, tapi mereka yg mempunyai sesuatu yg tak mampu dibeli dengan apapun.

Jika kamu merasa selalu salah, jangan menyerah. Tetapi teliti kembali apa yg telah kamu lakukan, karena pasti caramu ada yg salah.

Jangan banggakan apa yang kamu punya. Banggakan bagaimana caramu mendapatkan apa yang kamu punya. Lakukan apapun yang kamu suka. Karena kamu tak akan merasa terpaksa pun jika kamu gagal tak akan merasa kecewa.

Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama – menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, jangan kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan – seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan keudara – hanya menangkap kekosongan semata.

Sukses pasti datang pd mereka yg msh mencoba meski pernah berbuat salah. Mereka yg tak pernah menyerah, karena semangat masih ada.

Terkadang, yg diinginkan sebenarnya tak dibutuhkan, sedangkan yg dibutuhkan tak bisa dimiliki. Tapi Tuhan, tahu apa yg terbaik.

Kau adalah sahabatku teman pelipur laraku Bersamamu aku bisa berbagi cerita indah Cerita tentang kegagalanku Dan denganmu pula aku bisa tuangkan segala keluh kesahku Sahabat…

Saat kau sedih aku menangis Saat kau terluka hatiku tercabik Saat kau gundah aku selalu resah Sahabat. . .

Jangan kau anggap aku orang lain A...ku adalah dirimu Aku adalah saudaramu Aku siap korbankan jiwaku agar kekal persahabatan kita

Teman itu seperti bintang Tak selalu nampak Tapi selalu ada dihati… Sahabat akan selalu menghampiri ketika seluruh dunia menjauh Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata Saat tangan terluka, mata menangis Saat mata menangis, tangan menghapusnya

Teman akan menikam mu dari belakang
Tapi sahabat akan menampar mu dari depan

Teman akan menceritakan mu yang tidak benar tentang diri mu
Tapi sahabat akan tutup mulut dengan kesalahan mu

Teman hanya menerima kelebihan mu
Tapi sahabat akan menerima kekurangan mu

1000 teman datang saat kamu tertawa
Tapi seorang sahabat akan datang saat kamu berderai air mata
Cahaya cahaya di atas kepala ibu

Monday, September 23, 2013

Mengenal Negara Kesatuan Republik Indonesia

KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA


Kalau kata periibahasa,tak kenal maka tak sayang!  begitupun dengan Negara kita, jika kita mengaku cinta tanah air, katui dulu dong seluk beluk tanah air kita.
A. Mengenal Negara Kesatuan Republik Indonesia
1. Berdirinya wilayah Indonesia
Sejarah bangsa Indonesia dimulai sejak berdirinya negara Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 berarti sejak saat itu bangsa Indonesia mulai menyusun pemerintahannya sendiri. Proklamasi kemerdekaan merupakan sumber hukum bagi pembentukan NKRI.

Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.
Bunyi UUD 1945 pasal 1 ayat (1) : “ Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik “.
Negara kesatuan republik adalah negara dengan pemerintahan rakyat yang dikepalai oleh presiden. Presiden adalah sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Negara Indonesia adalah negara kesatuan dan bentuk pemerintahannya adalah republik.

2. Mengenal wilayah Indonesia
Indonesia telah diakui masyarakat internasional sebagai negara kepulauan yang tertulis dalam Konversi Hukum Laut Internasional atau UNCLOS (United Nations Convertion on the Law of the Sea) pada tahun 1982 dan telah disahkan dalam UU No. 17 tahun 1985.
Seara geografis wilayah Indonesia terletak diantara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia dan juga dikelilingi dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Wilayah daratan bagian utara berbatasan dengan Malaysia Timur (Serawak) di pulau Kalimantan dalam bentuk gerbang perbatasan (antara Serawak dan Kalimantan Barat). Perbatasan ini ditandai dengan batas alam berupa jajaran Pegunungan Kapuas Hulu dan Kapuas Hilir. Wilayah Indonesia bagian timur berbatasan daratan dengan Papua Nugini di Papua bagian timur.
a. Letak geografis
Letak geografis adalah letak suatu daerah dilihat dari kenyataanya di bumi atau posisi daerah itu pada pola bumi dibandingkan dengan posisi daerah lain. Letak geografis ditentukan pula oleh segi astronomis, geologis, fisiografis dan sosial budaya.
Letak geografis Indonesia sebagai berikut :
1) Secara astronomis terletak diantara 6° LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT.
2) Terletak antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia
3) Teletak antara Benua Asia dan Benua Australia.
4) Merupakan dua pertemuan dua rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterani.
Letak geografis Indonesia menempatkan Indonesia pada posisi silang yang strategis dan baik. Hal ini dapat terlihat hal-hal berikut ini :
1) Indonesia terletak pada daerah tropis
2) Karena terletak diantara dua samudra yang sangat ramai pelayarannya, ditambah dengan kekayaan flora, fauna dan sumber-sumber mineral, akan sangat menunjang perdagangan dan menambah sumber devisa negara.
3) Terletak diantara dua benua besar menyebabkan indonesia memiliki musim yang bergantian setiap enam bulan sekali yang sangat berpengaruh baik terhadap usaha perkebunan dan sebagainya, seperti teh, karet, kopi, tebu, tembakau, dan sebagainya.
4) Karena terletak pada daerah muda, sangat dimungkinnkan pengekploitasian terhadap sumber-sumber mineral, seperti minyak bumi, batu bara, besi, nikel, dan lain-lain.
5) Ikut serta dalam percaturan politik dunia.
b. Unsur-unsur geografis
1) Keadaan alam (Realm of nature)
Keadaan alam tidak dinamis dan tidak mengalami perubahan secara cepat jika dibandingkan dengan keadaan manusia. Keadaan alam meliputi lingkungan alam dan bentang alam.
a) Kekuatan rotasi bumi, revolusi bumi, dan perubahan cuaca.
b) Proses-proses erosi, sedimentasi, sirkulasi air, dan gejala-gejala vulkanisme.
c) Fisik, topologi, dan biotik. Unsur-unsur fisik meliputi iklim, air, dan tanah. Unsur topologi meliputi luas, letak, dan bentuk. Unsur biotik meliputi flora, fauna, organisme, dan manusia.
2) Keadaan manusia (Human realm)
Keadaan lingkungan manusia mengalami perubahan yang lebih cepat dan bersifat kreatif. Keadaan manusia meliputi lingkungan sosial, bentang alam, budidaya, dan masyarakat. Lingkungan sosial, seperti faktor-faktor kebiasaan, tradisi, hukum, dan kepercayaan. Bentang alam budidaya, seperti hutan buatan, danau buatan, perkebunan, dan persawahan. Dalam lingkungan geografisnya, ternyata pengertiannya lebih luas, mencakup segi alaminya, segi manusianya/sosialnya. Untuk mengetahui ciri-ciri suatu daerah/negara kita perlu membahas tata geografinya yang mencakup unsur fisik, biotik dan topologi.
a) Pengaruh unsur fisik
(1) Iklim dan cuaca
Iklim dan cuaca dapat mempengaruhi jenis tanaman dan persebaran binatang, kesehatan, vitalitas penduduk (kemampuan bertahan hidup), maupun aktivitas kerja.
(2) Air
Besar kecilnya pengaruh tergantung dari jarak antara perairan dan masyarakat. Air di permukaan banyak digunakan untuk pengairan, perikanan, pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain.
(3) Relief dan tanah
Relief dan tanah sangat berpengaruh terhadap pemusatan penduduk,l jaring-jaring lalu lintas, ongkos angkutan, jenis pengangkutan, jenis usaha bidang pertanian, dan kebudayaan.
(4) Hasil tambang dan mineral
Ada tidaknya tambang, baik berupa batuan, mineral, atau gas alam dalam suatu daerah menyebabkan perbedaan perhatian manusia terhadap daerah tersebut.
b) Pengaruh unsur biotik
Flora, fauna, dan manusia saling memerlukan. Flora dan fauna merupakan bahan makanan, bahan pakaian, dan juga bahan bangunan bagi manusia. Flora dan fauna harus dipelihara agar jangan sampai punah.
Dengan memahami tata geografi suatu daerah dapat diketahui ciri khas daerah tersebut. Ciri khas yang dimaksud adalah keadaan alam (subur, tandus, dataran, atau pegunungan), mata pencaharian dan bentuk kehidupan penduduk, pemusatan dan persebaran penduduk, kebudayaan, serta kehidupan sosial.
c) Pengaruh unsur topologi
Pengaruh topologi meliputi letak, luas, bentuk dan batas suatu wilayah yang berpengaruh terhadap unsur biotik.
(1) Pengaruh letak
Untuk dapat mengetahui dengan baik keadaan geografis suatu tempat atau daerah, telebih dahulu perlu kita ketahui letak tempat atau daerah tersebut di permukaan bumi. Dengan mengetahui ini, kita dapat memahami berbagai hal yang menyangkut daerah tersebut, seperti kehidupan penduduk di daerah tersebut, posisi daerah itu terhadap tempat atau daerah lain, dan latar belakang sejarah serta berbagai pengaruh yang pernah ada atau akan ada terhadap daerah tersebut.
(a) Letak astronomis
Letak astronomis adalah letak suatu tempat dihubungkan dengan posisi garis lintang dan garis bujur yang akan membentuk suatu titik koordinat. Indonesia terletak di antara 6° LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT.
(b) Letak geologis
Letak geologis adalah letak suatu daerah atau negara berdasarkan struktur batu-batuan yang ada pada kulit bumi. Letak geologis Indonesa dapat terlihat dari beberapa sudut formsi geologi, keadaan batuan dan jalur-jalur pegunungannya.
(c) Letak geomorfologis
Letak geomorfologis adalah letak berdasarkan morfologi suatu tempat di muka bumi. Letak geomorfologis Indonesia sangat bervarias. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh yang bermacam-macam, misalnya penduduk di suatu tempat yang morfologinya berbukit atau terjal kepadatan penduduknya kecil.
(d) Letak geografis
Letak geografis adalah letak suatu daerah dilihat dari kenyataanya di bumi atau posisi daerah itu pada bumi dibandingkan dengan posisi daerah lain. Letak geografisnya ditentukan oleh letak astronomis dan letak geologis. Jadi kalau dilihat dari geografis, di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, di antara Benua Asia dan Benua Australia, dan pada pertemuan dua rangkaian pegunungannya, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.
(e) Letak maritim
Letak maritim adalah letak suatu tempat ditinjau dari sudut kelautan. Apakah tempat itu dekat atau jauh dari laut serta apakah sebagian atau seluruhnya dikelilingi oleh laut, dan sebagainya.
(f) Letak ekonomis
Letak ekonomis adalah letak suatu negara ditinjau dari jalur dan kehidupan ekonomi suatu negara terhadap negara lain. Letak ekonomis Indonesia kedudukannya sangat baik karena terletak antara Benua Asia dan Australia ditambah dengan beberapa tempat di sekitar Indonesia yang merupakan pusat lalu lintas perdagangan.
(g) Letak sosiokultural
Letak sosiokultural adalah letak berdasarkan keadaan sosial dan budaya daerah yang bersangkutan terhdap daerah di sekitarnya. Indonesia secara sosiogegrafis dan kultural terletak di persimpangan jalan antara Benua Asia dan Australia yang terdiri dari berbagai bangsa yang menyebabkan budaya akulturasi budaya kaya dan aneka ragam budaya.
(2) Pengaruh luas dan bentuk
Pada umumnya suatu negara yang memiliki wilayah yang luas akan memperoleh keuntungan lebih banyak daripada negara yang mempunyai wilayah semput. Negara yang luas akan memberikan ruang hidup yang lebih luas untuk mengejar peningkatan kesejahteraan penduduk. Pembangunan ekonomi akan lebih dimungkinkan terhadap iklim suatu tempat, dengan teknologi modern.
Luas suatu negara dalam perwujudannya memiliki bentuk yang bermacam-macam. Misalnya, bentuk bulat sempit memanjang, dan luas memanjang, bentuk-bentuk tersebut sangat berpengaruh terhadap keadaan-keadaan tertentu, misalnya terhadap iklim setempat, strategi pertahanan, dan keadaan ekonomi.
(3) Pengaruh batas
Ada dua batas, yaitu batas alam (lautan, pegunungan, sungai) dan batas buatan (tembok, tugu, kawat berduri). Berbatasan dengan laut berarti perlu memikirkan dan perencanaan terhadap pelabuhan, pertahanan, dan usaha perikanan. Berbatasan dengan negara yang lebih maju menguntungkan kalau negara itu tidak mempunyai tujuan negatif. Negara yang belum maju dapat meminta bantuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
c. Batas wilayah Indonesia
- Sebelah utara : Serawak (Malaysia Timur), Singapura, Filipina
- Sebelah timur : Papua Nugini dan Samudra Pasifik
- Sebelah selatan : Australia dan Samudra Hindia
- Sebelah barat : Samudra Hindia
- Batas wilayah udara
Indonesia menyatakan bahwa wilayah kekuasaan dirgantara atas ruang udara dan antariksa termasuk GSO (Geo Stationer)dengan jarak ± 36.000 m/km. Tertuang dalam pasal 30 ayat (c) UU No. 20 tahun 1982 tentang ketentuan pokok hankam negara.
d. Batas wilayah perairan laut Indonesia
Perairan laut Indonesia berdasarkan konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982 dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut :
1) Batas laut teritorial, yaitu 12 mil dari titik terluar sebuah pulau ke laut bebas. Berdasarkan batas tersebut, negara Indonesia memiliki kedaulatan atas air, bawah laut, dasar laut, dan udara di sekitarnya termasuk kekayaan alam di dalamnya.
2) Batas landas kontinen sebuah negara paling jauh 200 mil dari garis dasar ke laut bebas dengan kedalaman lebih dari 200 meter. Landasan kontinen adalah dasar laut dari arah pantai ke tengah laut dengan kedalaman tidak lebih dari 200 meter.
3) Zona ekonomi ekslusif (ZEE) ditarik dari titik pantai sebuah pulau sejauh 200 mil. Dengan bertambahnya luas perairan Indonesia, maka kekayaan alam yang terkandung di dalamnya bertambah pula. Oleh karena itu, indonesia bertanggung jawab untuk melestarikan dan melindungi sumber daya alam dari kerusakan. Hingga kini wilayah laut Indonesia berbatasan dengan sepuluh negara, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, India, Papua Nugini, Palu, Timor Leste, dan Australia. Banyak sengketa wilayah laut yang terjadi, diantaranya kasus Pulau Sipadan dan Ligitan di Kalimantan Timur, yang akhirnya jatuh ke negara Malaysia. Ini contoh pengalaman buruk Indonesia karena tidak hanya pulau tersebut yang hilang, tetapi sumber daya alam Indonesia. Untuk itu, diperlukan adanya pertahanan negara. Pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
e. Pembagian provinsi
Wilayah Indonesia sangat luasa dan besar. Pembagian provinsi sangat diperlukan untuk mempermudah pelaksanaan pemerintahan dan diperlukan pembangunan agar merata hingga ke pelosok wilayah Indonesia.
Wilayah Indonesia terbagi atas beberapa provinsi atau daerah tingkat I. Setiap provinsi dikepalai oleh seorang gubernur kepala daerah tingkat I. Sekarang provinsi di Indonesia ada 33 yaitu, sebagai berikut :
No
Nama Provinsi
Luas Km2
Ibu Kota
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Nangroe Aceh Darussalam
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
D.K.I Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
D.I.Y Yogyakarta
55.390
71.660
42.898
94.561
-
53.436
93.083
16.171
19.789
35.385
664
34.526
6.651
32.549
3.189
Banda aceh
Medan
Padang
Pekanbaru
Batam
Jambi
Palembang
Bangka
Bengkulu
Bandar lampung
Jakarta
Bandung
Serang
Semarang
Yogyakarta
No
Nama Provinsi
Luas Km2
Ibu Kota
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua Tengah
Papua Timur
47.923
149.807
153.564
36.535
210.985
15.273
12.215
63.689
62.483
38.140
5.633
20.153
47.349
24.035
53.836
116.571
71.199
421.891
Surabaya
Pontianak
Palangkaraya
Banjarmasin
Samarinda
Manado
Gorontalo
Palu
Makassar
Kendari
Denpasar
Mataram
Kupang
Ambon
Ternte
Manokwari
Timika
Jayapura
f. Perkembangan wilayah NKRI
Pada awal kemerdekaan, wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia meliputi 8 provinsi, yaitu Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Maluku.
Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan, wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalami perubahan, baik jumlah maupun luas wilayahnya. Pada awal kemerdekaan, Irian Barat yang sekarang dikenal dengan nama Irian Jaya atau Papua dan Timor-timur belum menjadi bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Irian Barat masih dikuasai oleh Belanda, sedangkan Timor-Timur dikuasai oleh Portugal. Irian Barat masuk wilayah Indonesia tahun 1963, sedangkan Timor-Timur masuk wilayah NKRI tahun 1974. Namun pada tahun 1999 provinsi Timor-Timur memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui suatu referendum.